Bahagia itu Menarik!

Jadilah Menarik, bukan (sekadar) Cantik
February 20, 2019
Galau. Boleh atau Tidak?
February 24, 2019
“Menarik gimana nji?”
 
Sabar. Aku jelasin semuanya kok. Kamu jangan kesusu ya walau emang itu ena-ena
 
Apaan sih gak jelas!
 
Bahagia itu membuat dirimu terlihat lebih menarik
Berdasarkan penelitian di Universitas Sukhuntur di tahun 1923 (iya ini asal doang. Jangan percaya), orang yang sering dan mudah bahagia akan menjadi lebih menarik dibandingkan ketika dia jarang dan susah bahagia. Bahkan orang yang yang hanya TERLIHAT bahagia sudah bisa terlihat lebih menarik.
 
Tentunya aku gak menganjurkan untuk kamu hanya berusaha keras terlihat bahagia, tapi memang harus beneran bahagia.
 
Orang yang bahagia itu bisa terlihat dan terasa. Dari gaya berjalannya, dari tatapan matanya, dari “aura” yang keluar dari tubuhnya, dari cara dia memandang hidup, dari cara dia memperlakukan orang lain, dan banyak lainnya.
 
Dan tentu saja manusia secara umumnya akan lebih mudah tertarik dan suka  serta nyaman dekat dengan pribadi yang lebih sering dan mudah bahagia. Aku sih gitu. Gak tau kamu
 
Daripada aku dekat sama orang yang susah hepi, jarang hepi, sukanya ribut rusuh cemberut penuh aura negatif, lebih baik dan tentu saja aku bakal lebih gampang tertarik untuk berdekatan (dan betah berlama-lama) sama orang yang sebaliknya 
 
Bahagia itu membuat dirimu menarik banyak hal yang MENARIK
Sudah aku sebutkan di atas tadi bahwa orang yang mudah bahagia akan menjadi terlihat dan terasa lebih menarik. Orang yang menarik akan lebih mudah mendatangkan hal-hal menarik lainnya dalam hidup dibandingkan orang yang tidak menarik. Ingat, ORANG YANG MENARIK, bukan ORANG YANG GANTENG ATAU CANTIK.
 
Dulu pada suatu masa dimana aku sering marah terhadap banyak hal, penampilanku berubah, caraku berpikir berubah, tatapan mataku berubah. Tadinya aku orang yang terlihat ramah, menarik, dan nyaman untuk didekati, berubah menjadi sosok yang dingin, jauh, tidak membuat orang lain nyaman, dan tentu saja tidak menarik. Aku sadar ketika ada seseorang yang dekat denganku dan dengan berani berkata padaku
 
“Kamu kok beda? Aku ngeri ngeliat kamu sekarang. Apalagi kalau kamu liatin.”
 
Dari situ aku terhenyak!
 
“Ah masa sih?”, pikirku
 
Setelah melakukan pengamatan terhadap diri sendiri, akhirnya aku sadar memang aku berubah hanya karena aku banyak kemarahan terhadap dunia alias KURANG HEPI.
 
Sejak saat itu, sekitar tahun 2006, aku memutuskan untuk berusaha semaksimal mungkin agar menjadi lebih mudah dan lebih sering bahagia.
 
Sampai detik artikel ini diketik, aku masih merasakan keajaiban-keajaiban yang sering datang di keseharian hidupku hanya karena aku menjadi iblis yang lebih mudah, dan lebih sering bahagia

Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to verify temporary file contents for atomic writing.' in /home/k6838061/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:47 Stack trace: #0 /home/k6838061/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(650): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/k6838061/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/k6838061/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 47